Karena hidup adalah tempatnya ujian atau masalah

Ada renungan bagus ni, baru iwa dapat hari ini, baca di website Daarut-Tauhiid Jakarta http://www.dtjakarta.or.id/content/view/224/33/

Rangkuman MQ Pagi 105 RRI Pro2 Jakarta & 102,7 MQ FM Bandung

Edisi Sabtu 24 Muharram 1429 H / 02 Februari 2008

Nara Sumber : Ustadz Qomarudin Cholil S.Ag

Sahabat MQ….yang harus kita sadari dan yakini bahwa:
1. Bahwa pergantian dan perpindahan dari satu waktu ke waktu yang lain adalah perpindahan dan pergantian masalah demi masalah. Karena hidup adalah tempatnya ujian atau masalah, sebagaimana firman-Nya:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 155

2. Yang menjadi masalah sebenarnya adalah bukan pada jenis masalahnya, namun masalah yang utama adalah sikap kita terhadap suatu masalah. Dengan masalah yang sama ada yang bersyukur dan yang lain ada yang sebaliknya. Rasulullah SAW berswabda: “sesungguhnya urusan orang beriman itu selalu baik, apabila ia ditimpa kebaikan ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Dan apabila ia ditimpa kesusahan ia bershabar dan shabar itu baik baginya.”(Al-Hadits).

Sebuah contoh sederhana, ketika seseorang kehilangan sepasang alas kakinya, sandal atau sepatu miliknya, pada deti itu ia merasa mendapat musibah. Namun tidak lama menjelang ia melihat orang yang kehilangan kakinya, ia pun bersyukur. Kenapa….? Karena dirinya hanya kehilangan alas kaki saja, sementara saudaranya kehilangan kaki yang tidak ternilai harganya. Subhaanallooh….

Contoh lain, dengan ujian yang sama disekolah ada siswa yang menghadapinya dengan riang gembira, senang dan akhirnya mendapatkan nilai yang tinggi. Namun siswa lain ada yang sebelum ujian sudah stes, takut, tidak siap dan akhirnya mendapatkan nilai yang tidak diharapkan.

Demikianlah dalam hidup. Maka hikmah yang bisa kita renungkan diantaranya:

1. Semua orang punya masalah, maka sebaiknya permohonan kita kepada Allah bukanlah tidak punya masalah, tetapi mintalah kepada-Nya agar kita diberi kekuatan menghadapi setiap masalah.

2. Yakinlah bahwa setiap masalah sudah terukur oleh Allah yang maha mengetahui kesanggupan hamba-Nya dalam menerima ujian dan masalah. Hanya kita sering berprasangka buruk pada Allah dan membatasi diri. Apabila kita berfikir berat, maka akan berat terasa masalahnya. Demikian juga sebaliknya. Berhati hatilah dengan fikiran kita, karena ia akan jadi perkataan kita. Dan berhati hatilah dengan perkataan karena ia akan jadi perbuatan. Berhati hatilah dengan perbuatan karena akan jadi kebiasaan, serta kebiasaan akan membentuk watak/akhlaq.

3. Semua masalah dan ujian adalah bagian dari tarbiyah Allah atas kualitas keimanan hamba-Nya. Pasti ada kebaikan dibalik setiap masalah yang menimpa kita. Apa yang kita anggap tidak baik belum tentu demikian menurut Allah. ” Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s