UN

Pengalaman pertama jadi pengawas UN cukup bikin hati saya prihatin terhadap kondisi generasi penerus Indonesia. Dulu hanya dengar2 cerita orang2 tentang kecurangan-kecurangan yang dibuat para remaja smp-sma. Sekarang cerita2 tersebut dapat saya saksikan dengan mata sendiri . Di sekolah tempat saya mengawas ga terlalu parah2 banget spt berita di tv sih. Cuma, ya, banyak kecurangan. Dalam satu kelas, yang murni ga celingak-celinguk mungkin hanya 1-3 orang saja (dr 20 orang), selebihnya celingak-celinguk, curi-curi kesempatan. Pengawas hanya nunduk sebentar aja, mereka langsung beraksi.

Paling parah wkt pelajaran Matematika, kedapatan 1 hape, 2 kunci jwbn di kertas kecil, belum lagi kericuhan2 yg sulit dikontrol, harus dipelototin. Parrah, semua kecurangan itu langsung cepat2 disembunyikan pihak sekolah/tuan rumah. Berita acara langsung ditulis “AMAN dan TERTIB”. Hati saya bergejolak, ga sesuai sm hati, hah apa lah namanya ini, ga mau lagi jadi pengawas UN, ga sesuai sm hati nurani, banyak kecurangan yang ditutupi. Parrah…

Ya Allah, saya minta spy ga jd pengawas UN lg tahun depan. kapokh…

2 thoughts on “UN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s