Cerita “lucu” UN – 1

Seminggu sebelum UN SMP sepertinya sudah mulai menjadi tren untuk sekolah mengadakan acara training motivasi dan muhasabah (renungan). Sebuah sekolah mengundang seorang Ustad untuk memberi motivasi tausiyah dan muhasabah. Ustad tsb menyambut baik kegiatan yang positif seperti ini, ia persiapkan dengan sangat matang materi tausiyah, dalil-dalil yang terkait, dikemas menjadi slide yang menarik, dan tak lupa menyiapkan beberapa video singkat yang dapat memotivasi murid-murid SMP.

Di pagi hari yang cerah tsb sang Ustad dengan syahdu menerangkan dalil tentang keutamaan ilmu dan orang berilmu. Kemudian dengan berapi-api pula sang Ustad memutarkan video motivasi. Di akhir tausiyah, sang Ustad memberikan penekanan untuk senantiasa berbuat jujur dimanapun dan kapanpun.

Ustad    : Anak-anak Ustad yang dirahmati Allah, Ustad ingatkan kepada kalian bahwa UN ini yang paling besar adalah ujian kejujurannya. Jika anak-anak Ustad mencontek atau memberi contekan, atau melihat kunci jawaban, itu semua kecurangan, maka nilainya tidak halal, otomatis nilai di ijazah tidak halal, nanti kalian akan mencari kerja dengan ijazah tsb, maka uang hasil kerjanya menjadi tidak halal pula, itu terus yang akan kalian makan, uang yang tidak halal, na’udzubillahi min dzalik…

(murid-murid terdiam dan beberapa ada yang tertunduk untuk meresapi tausiyah Ustad tsb)

Kemudian, acara tsb ditutup oleh kepala sekolah, dengan kalimat seperti berikut:

Kepsek   : Anak-anak, semua yang dibilang Ustad tadi itu benar, tapi, bagaimanapun kita sesama dengan teman kita harus saling tolong-menolong, siapa lagi yang akan menolong teman kita kalau bukan kita yang menolongnya. Bla bla … bla .. bla … (Kepsek itu terus nyerocos, melancarkan ‘pesan-pesan sponsor’)

Di satu tempat, sang Ustad duduk terkulai serasa habis ditimpuk batu bata yang super besar tepat mengenai dahinya. “Jadi, apa gunanya saya diundang ngomong berapi-api sekitar 1 jam tadi????” , Ustad berkata miris dalam hati. “Nilai-nilai positif yang saya tanamkan selama 1 jam tadi, habis diguyur oleh hujan lebat kalimat-kalimat ajakan kemungkaran yang diucapkan oleh Kepsek itu”, dengan pilu sang Ustad bergumam dalam hati.

Lho? Dimana cerita lucunya? Saya juga ga tau, ini lucu atau mengenaskan. Putuskan aja sendiri ya, para pembaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s