Beriman kepada Qada dan Qadar

Ada pertanyaan menarik dari seorang teman saat mengikuti kuliah di Sekolah Murabbi hari Minggu kemaren tentang materi Beriman kepada Qada dan Qadar. Kira-kira pertanyaannya begini:
1. Ustad, bener ga sih ada istilah jodoh yang terlewatkan?
2. Ustad, boleh ga sih kita melewatkan lamaran dari seorang yang baik agamanya namun tidak sepemikiran (sefikrah) dengan kita?
Jawaban dari sang Ustad kira-kira begini:
1. Jodoh yang terlewatkan itu tidak ada. Begitu juga, tidak sengaja berjodoh itu tidak ada. Ketika seseorang berjodoh maka akan dicenderungkan hatinya dan keluarganya kepada jodohnya itu. Dibuatkan ‘jalan’nya agar ia bisa menikah dengan jodohnya itu.
2. Memang dahulu Rasulullah menyebutkan bahwa untuk menikah pertimbangan kita pertama kali adalah agamanya, baru setelah itu nasabnya, hartanya, kecantikannya. Jika 4 syarat tsb tidak masalah, maka pertimbangan berikutnya adalah keharmonisan rumah tangga kelak. Jika suami istri tidak sepemikiran maka akan mendatangkan masalah kedepannya, ketika mendidik anak suami cara pandangnya A, istri cara pandangnya B, ketika bermasyarakat suami cara pandangnya A, istri cara pandangnya B, ketika berdakwah suami cara pandangnya A, istri cara pandangnya B, hal seperti ini senantiasa akan menimbulkan ‘korslet-korslet’ dalam rumah tangga, juga membingungkan penumpang bahtera (anak-anak,pen) rumahtangga. Perbedaan semacam itu biasa disebut dengan tidak sekufu. Tidak sekufu bisa dalam hal latar belakang keluarga besar yang satu miskin sekali, yang satu kaya sekali, dalam hal pendidikan yang satu tamat SD yang satu tamat S2, dll. Ketidaksekufuan ini bisa mempengaruhi keharmonisan rumahtangga. Jadi, sebaiknya kita pilih orang yang baik agamanya dan sekufu dengan kita, agar sama langkah-langkahnya dalam membangun rumahtangga yang harmonis. Kalaupun kita berani menikah dengan seseorang yang berbeda pemikiran, tentunya harus dipersiapkan usaha lebih, ‘keterampilan’ dan kesabaran untuk menjembatani pemikiran-pemikiran antara suami dan istri, agar terjaga sedemikian rupa ‘korslet-korslet’ itu tidak muncul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s