Mengelola Hati

Tausiyah yang bagus dari mba babyhijaber

“Saat Kita Sakit Hati”.

Kemarin berkesempatan sharing pengelolaan hati saat bercengkrama sore dengan mama Ninih, salah satu wanita yg perjalanan hidupnya luar biasa.

Hati wanita itu rapuh, sekali di sakiti akan retak dan sulit dipulihkan seperti sedia kala lagi. Benarkah? Ternyata salah!!!

Saat ilmu ikhlas sudah bisa di resapi dalam relung kalbu, saat penyerahan diri pada Allah sudah seutuh keyakinan diri kita pada keberadaanNya,, maaf akan hadir menghapus luka, Ikhlas itu berbuah sabar tak bertepi. Tak berbekas amarah di hati. Tak bersisa remah2 dendam di dada.

Yg beriman mampu memaafkan hingga tdk tersisa luka di hati. Bukankah Rasulullah sangat mencintai Ummar bin Khatab? Tak bersisa dendam sedikitpun, padahal shirah mencatat betapa dahulu Ummar berkali2 mencoba membunuh Rasul?

Jika kita meminta Allah menghapus luka di hati kita, maka dia akan menghapusnya dan mengembalikannya utuh pada kita. Selama ikhlas hadir, Ikhlas saat kehilangan titipanNya, Ikhlas saat harus berbagi. Bukan berarti tak pernah marah atau sedih, Marah dan sedih seperlunya, istighfar dan istigfar sesudahnya,, Agar teringat kembali. Bahwa segalanya sementara,, Bahwa cinta padaNya yg paling kita harap2 dibalas ridhoNya. Bukan cinta pada benda dab makhluk apapun di muka bumi ini. #### Sharing hangat sore kemarin,

“…Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s